BERITA

Visitasi Pembukaan Program Studi Baru

Diposting oleh Administrator | Rabu, 12 April 2017 - 02:45:12 WIB

Bangka ( 12/4/2017). STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali akan membuka program studi baru. Tahapan pembukaan program studi (prodi) baru telah dimulai sejak tahun 2016 lalu melalui berbagai pertimbangan program akademik, mulai dari pengumpulan data dan lain-lain untuk penyusunan proposal pembukaan prodi baru di STAIN SAS Babel hingga pada hari ini Rabu, tanggal 12 April 2017 telah memasuki tahap visitasi.
Visitasi pembukaan prodi baru dilakukan untuk 2 (dua) prodi yaituprodi Akuntansi Syariah (AKS)yang berada di bawah jurusan Syariah dan Ekonomi Islamdan prodi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) di bawah jurusanTarbiyah.
Tim Visitasi dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam dipimpin langsung oleh Kasubdit Pengembangan Akademik Dr. H. Mamat Slamet Burhanudin didampingi Kasi Pengembangan Prodi Dr. H. Abd. Mukti Bisri, M.Ag. Kedatangan Tim Visitasi Pembukaan Prodi Baru disambut oleh Wakil Ketua I Dr.H.Janawi, M.Ag beserta jajarannya.Kegiatan visitasi yang dilakukan hari ini dapat dikatakan sebagai berkah baru bagi STAIN SAS Babel. Karena, dengan pembukaan program studi baru pada tahun 2017 diharapkan para calon mahasiswa STAIN SAS Babel dapat memilih prodi yang sesuai dengan keinginan dan bakat. Selain itu, STAIN SAS Babel juga dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain melalui prodi yang akan dibuka. Beliau juga berharap agar proposal prodi baru ini bisa disetujui semuanya dan diberikan izin penyelenggaraan oleh Kemenag Pusat. Disamping itudengan pembukaan program studi baru ini diharapkan juga dapat menjembatani dalam menuju Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
Sementara, Tim visitasi pembukaan prodi baru yang dipimpin oleh Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam menyampaikan, bahwa beliau menyambut baik adanya upaya pembukaan program studi baru ini. Namun untuk pembukaan program studi yang berlandaskan agama harus menemukan distingsi keilmuan prodi tersebut. Sehingga dapat dilihat perbedaannya dengan prodi umum dan jangan sampai agama hanya menjadi pembungkus semata, maka diperlukan integrasi keilmuan yang dibuktikan dengan implementasi, bukan apologis namun praktis. Selain itu perguruan tinggi jangansekedar membuka program studi saja namun harus dibarengi dan diperhatikan kesiapan seperti sarana prasarana, tenaga pengajar, dan sarana pendukung lainnya.Dan jika izin penyelenggaraan prodi telah diberikan, perguruan tinggi harus mengurus akreditasi prodi baru tersebut dan minimal harus mendapatkan nilai “B”, ujar Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam.