BERITA

305 CAMA, PEREBUTKAN 198 KUOTA DI STAIN BABEL

Diposting oleh Administrator | Selasa, 23 Mei 2017 - 21:25:47 WIB

Bangka (23/5/2017). Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, kembali menggelar Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Peserta ujian berjumlah 305 calon mahasiswa (cama), dan akan diterima 198 orang sesuai kuota yang tersedia dari delapan program studi yang ada di STAIN SAS Bangka Belitung.
Tes ujian masuk dilaksanakan pada selasa (23/5) di pusatkan di kampus setempat, dinilai berlajan dengan lancar, tertib dan aman, semua peserta mendapatkan fasilitas yang baik dan dapat mengikuti ujian secara baik.
Ketua panitia UM-PKTIN STAIN SAS Babel, Dr. H. Janawi, M.Ag menyebutkan “untuk tahun ini, yang mendaftar dikampus kita berjumlah 305 orang peserta dan yang diterima sesuai kuota berjumlah 198 orang, dan ada 14 orang tidak hadir dan dinyatakan gugur. Peserta ini merupakan calon mahasiswa mendaftarkan diri secara online pada tanggal 10 Maret sd. 10 April 2017.”
STAIN SAS Bangka Belitung sudah memiliki 8 program studi pilihan yaitu Pendidikan Agama Islam dengan kuota diterima 60 orang, Pendidikan Islam Anak Usia Dini dengan kuota diterima 30 orang, Tadris/Pendidikan Bahasa Inggris dengan kuota diterima 15 orang, Pendidikan Bahasa Arab dengan kuota diterima 9 orang, Perbankan Syariah dengan kuota diterima 45 orang, Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhshiyyah) dengan kuota diterima 9 orang, Bimbingan dan Konseling Islam dengan kuota diterima 15 orang, Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan kuota diterima 15 orang.
Selanjutnya, Janawi menambahkan, bahwa pelaksanaan ujian masuk tahun ini dilaksanakan serentak secara nasional dengan materi ujian terdiri dari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dengan materi ujian Tes Kemampuan Dasar - TKD (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman) dan Kemampuan IPS.
Untuk pelaksanaan tesnya dapat diikuti di kampus terdekat, karena mata ujian dan soal tes, disiapkan oleh panitia secara nasional. Panitia daerah hanya menyiapkan tempat dan pengawas. Pengumuman juga ditentukan secara nasional, dan dapat dilihat secara online sejak tanggal19 Juni 2017. tutur Janawi yang juga Wakil Ketua Bidang Akademik kampus setempat.