BERITA

STAIN SAS Babel Gelar Kuliah IFTITAH

Diposting oleh Administrator | Minggu, 24 September 2017 - 21:04:32 WIB

Bangka (25/9/2017). Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengelar acara Kuliah Iftitah dalam rangka menyambut perkuliahan semester ganjil yang berlangsung pada hari Jum’at tanggal 22 September 2017 bertempat di depan gedung rektorat STAIN SAS Babel. Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua STAIN SAS Babel Dr. Zayadi, M.Ag, dihadiri Oleh Staf Khusus Gubernur Babel Dr.H. Zaidan, S.Ag., S.H., M.Hum, Wakil Ketua I Dr H. Janawi, M.Ag, Wakil Ketua III Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag, Para Kepala Jurusan Tarbiyah, Dakwah, Syariah serta Dosen – Dosen dan Mahasiswa angkatan 2017. Dalam sambutannya mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun peningkatan kualitas STAIN SAS Babel untuk menyosong harapan perubahaan status STAIN menjadi IAIN. Untuk merealisasikan harapan tersebut saat ini STAIN SAS Babel memiliki 2 Profesor 8 Doktor. Dalam kesempatan ini Beliau memberikan dorongan dan motivasi kepada dosen untuk segera melakukan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Narasumber dalam Kuliah Iftitah ini adalah Gubernur Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M di mana Bapak Gubernur Babel Berhalangan Hadir di wakili oleh Staf Khusus Gubernur Babel Dr. Zaidan, S.Ag., S.H., M.Hum. dengan tema “Membangun Pendidikan Islam Berkarakter yang Berbasis Kearifan Lokal” Beliau menjelaskan, kearifan lokal dalam beberapa konteks menjadi praktik nilai luhur, sekaligus tantangan dan peluang bagi kehidupan sektor masyarakat modern. Kearifan juga menghasilkan budi pekerti baik perasaan mendalam terhadap tanah kelahiran serta bentuk perangai, atau tabiat masyarakat.
Ada tiga hal yang menjadi tujuan kegiatan ini, pertama menggali isu wacana terkini masyarakat kontemporer Indonesia; Kedua, menggali dan menghimpun dari berbagai persepektif keilmuan dari para ahli, pengamat, peneliti, terutama dari rumpun filsafat sosial Ketiga, merumuskan Grand Design tantangan kearifan lokal dalam dinamika perubahan sosial dan pembangunan nasional ungkap beliau.