Agenda

25 Jan

Pelantikan Pejabat Eselon IV (Kasubbag AKA)

Pelantikan Pejabat Eselon IV (Kepala Sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni) akan dilaksanakan pada hari ini pukul 09.30... Baca Selengkapnya

01 Okt

Sosialisasi Implementasi Penginputan e-PUPNS Tahun 2015

Nama Kegiatan: Sosialisasi Implementasi Penginputan e-PUPNS Tahun 2015.Peserta Kegiatan: Seluruh PNS &CPNS di lingkungan STAIN Syaikh... Baca Selengkapnya

27 Jul

Pengumuman Kelulusan UM-PTKIN 2015

Pada tanggal 24-25 Juli 2015 telah dilaksanakan sidang kelulusan untuk menentukan peserta yang dinyatakan lulus dan hasilnya akan diumumkan pada hari... Baca Selengkapnya

BERITA

Kuliah Iftitah Pascasarjana STAIN SAS Babel

Diposting oleh Administrator | Minggu, 05 November 2017 - 18:51:13 WIB

Bangka ( 3/11/2017 ). Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengelar acara Kuliah Iftitah dalam rangka menyambut perkuliahan semester ganjil yang berlangsung pada hari jumat tanggal 3 November 2017 bertempat di Rektorat Lantai II STAIN SAS Babel. Acara tersebut dibuka oleh Ketua STAIN SAS Babel yang di wakili oleh Dr. H. Janawi, M.Ag Wakil Ketua I, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun peningkatan kualitas STAIN SAS Babel untuk menyosong harapan perubahaan status STAIN menjadi IAIN. Untuk merealisasikan harapan tersebut saat ini STAIN SAS Babel. Dalam kesempatan ini Beliau memberikan dorongan dan motivasi kepada dosen untuk segera melakukan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam acara ini dihadiri oleh direktur Pascasarjana STAIN SAS Babel Prof.Dr.H.Hatamar, M.Ag, Wakil Direktur Pascasarjana Dr.Soleha,M.A, Dosen Pascasarjana dan mahasiswa Pascasarjana. Narasumber dalam Kuliah Iftitah ini adalah Guru Besar Psikologi UIN Raden Fatah Palembang Ibu Prof.Dr.Nyayu Khodijah, S.Ag.,M.Si dengan tema : Perspektif Neuroscience Tentang Belajar dan Implikasinya Dalam Pempelajaran PAI.

Dalam Paparan Beliau tentang Neuroscience yaitu ilmu yang mempelajari yang berkaitan dengan neuron sel saraf baik saraf pusat otak maupun sel saraf tepi, perspektif ini mulai dipegang oleh sebagian besar psikologi pada akhir abad 20 dalam perspektif ini diyakini bahwa system saraf yang berpusat pada otak merupakan unsur yang mengontrol semua pikiran dan perilaku manusia.

Implikasi dalam Pembelajaran pengunaan kedua belahan otak ini perlu diseimbangkan untuk itu perlu dimasukan musik dan estetika dalam pengalaman belajar dan estitika dapat menimbulkan emosi positif dan emosi positif dapat membuat otak lebih efektif,pentingnya pemerkayaan lingkungan dan pemberian bahan pelajaran secara intensif dan berulang-ulang guna mendukung proses myelinasi suasana belajar yang menyenangkan agar belajar dari saraf tepi dalam indra tidak terhambat dalam limbic system.