BERITA

Program Studi BKI Gelar Seminar Konseling

Diposting oleh Administrator | Senin, 20 November 2017 - 22:34:19 WIB

Bangka( 21/11/2017). Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Jurusan Dakwah dan Komunikasi mengadakan Seminar Bimbingan Konseling Islam dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Bangsa Berintelektual dan Berjiwa Sosial Melalui Bimbingan Konseling Islam, Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN SAS Babel diwakili oleh Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi Nasrun, M.A ini diharapkan bisa menjadi sarana sharing pengalaman dalam melakukan konseling terhadap individu atau seseorang yang memerlukan pendampingan dan pembinaan. Oleh karena itu harapannya mahasiswa BKI nantinya harus bisa menyelesaikan problem umat dengan baik dan bijaksana.
Seminar Bimbingan Konseling Islam ini menghadirkan 2 narasumber, yaitu Dosen STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Said Akhmad Maulana, M.Pd dan Silmika Wijayanti, M.Psi., Psikolog merupakan 2 orang narasumber yang sangat berkompeten dalam membahas masalah yang akan diangkat dalam seminar ini.
Menurut Said Akhmad Maulana, M.Pd, bahwa perkembangan pola hidup dalam masyarakat mengalami perubahan secara dinamis, demikian pula norma hidup yang ada didalamnya begitu cepat mengalami perubahan. Ketika seseorang tidak memiliki dasar yang kuat (iman, taqwa, moral dan etika yang kuat), kemungkinan yang terjadi mereka tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Terjadi konflik batin atau jiwa, dan ketika pikiran yang mendominasi dalam dirinya adalah aktualisasi pikiran yang instan dan negatif, maka yang akan terjadi adalah tindakan yang melanggar norma-norma hukum.
Saat yang demikianlah seseorang memerlukan pendampingan atau pembinaan untuk mendapatkan bimbingan atau nasehat melalui konseling yang dilakukan oleh guru atau pembina (konselor), untuk membantu mencari solusi dalam mengatasi masalah yang dihadapi bersangkutan ungkap beliau.
Narasumber Silmika Wijayanti, M.Psi., Psikolog selanjutnya, memaparkan tentang pentingnya mediasi sebagai salah satu alternatif pola penasihatan keluarga bermasalah. Ini dilatarbelakangi dari banyaknya angka perceraian dari tahun ke tahun selalu bertambah.
Menurutnya, pola penasihatan keluarga bermasalah itu sendiri bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu penasihatan diluar pengadilan dan di pengadilan. Dalam menyelesaikan masalah diperlukan mediator yang netral, yang membantu pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian masalah tanpa memaksakan sebuah keputusan penyelesaian sepihak. Kegiatan ini berlangsung sangat menarik, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta seminar. Dan pada akhirnya diharapkan kegiatan ini bisa memberikan gambaran kepada peserta seminar khususnya mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Islam tentang bagaimana melakukan konseling yang baik sehingga bisa mendapatkan solusi permasalahan dengan tepat.