BERITA

Mahasiswa STAIN SAS Babel Gelar Kopi Teh Kustik

Diposting oleh Administrator | Minggu, 25 Maret 2018 - 20:05:28 WIB

Bangka (26-3-2018). Berbicara tentang kreatifitas berarti berbicara tentang bagaimana melakukan hal yang baru yang sebelumnya tak pernah dilakukan, dilihat atau di dengar oleh seseorang maupun kelompok. Begitulah sebuah keinginan yang coba diwujudkan oleh para mahasiswa Jurusan Dakwah dan Komunikasi melalui sebuah mahakarya kegiatan kombinasi festival sederhana yakni KopiTehKustik.
Aliansi gabungan mahasiswa dari 2 Prodi yakni Bimbingan Konseling Islam (BKI) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) bermaksud ingin menggugah kembali semangat para mahasiswa-mahasiswaa yang ada di STAIN SAS Babel melalui kegiatan mereka yang perdana dan belum pernah ada yang melaksanakan sebelumya di kampus.
“Kegiatan KopiTehKustik ini belum bisa dijelaskan dengan kata-kata, kecuali anda datang dan mampir di kegiatan kami serta melihat langsung perpaduan dari Literasi (Lapak Baca Pustaka LiterAksi), Jurnalistik (Liputan Taji), Konseling (Klinik Curhat LKM Bekisah), Kuliner (Market Day), Akustik, Musikalisasi Puisi Pameran Mahfuzod Pictures dan Kopi Teh geratis” ,Ujar Adi Sugani selaku Ketua pelaksana dalam kegiatan ini.
Adi juga menambahkan bahwa ini bentuk penyampaian Pesan agar kampus peka bahwa mahasiswa butuh wadah serta pendanaan anggaran tepat sasaran. Kegiatan KopiTehKustik ini sendiri murni tanpa pengajuan anggran, para panitia dan mahasiswa-mahasiswa jurusan dakwah dan komunikasi saling menyumbangkan materi maupun tenaga untuk mempersiapkan ini dan tak lupa pula sumbangan pemikiran dan pendanaan dari beberapa dosen-dosen jurusan dakwah dan komunikasi yang sangat mendukung kegiatan ini.
“Kami satu jurusan kami juga satu keluarga dan kami ingin menunjukkan kualitas kami seeperti halnya jurusan lain dan kami ingin mahasiswa, dosen maupun petinggi kampus tidak lagi melihat kami dengan sebelah mata tertutup, kami dari segi kuantitas memang masih minoritas namun dalam segi kualitas mahasiswa jurusan dakwah dan komunikasi boleh diadu asal sportif dan kompetitif”, tutur Adi mewakili teman-temannya