BERITA

IAIN SAS BABEL Gelar Workshop Sistem Penjamin Mutu Internal

Diposting oleh Administrator | Kamis, 06 September 2018 - 01:56:08 WIB

Bangka, 6/9/2018. Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka menggelar Workshop Sistem Penjamin Mutu Internal di gedung Rektorat Lantai II.Workshop tersebut diikuti pejabat struktural dan dosen lingkungan IAIN SAS Babel. Sementara itu Ketua LPM IAIN SAS Babel Dr.Yusrajamali, M.Pd mengungkapkan bahwa kegiatan ini sudah mendapatkan inspirasi berdasarkan aturannya. Namun, tentunya ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu proses IAIN SAS Babel telah berkomitmen baik pejabat maupun civitas akademika untuk melakukan perubahan besar SPMI.
Kegiatan ini dibuka Wakil Rektor I IAIN SAS Dr. H. Janawi MAg. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di IAIN SAS Babel, maka diperlukan komitmen bersama. Dalam hal ini apapun yang telah direncanakan tidak bisa berjalan tanpa ada kebersamaan, baik dari pejabat institut maupun dari civitas akademika. Sejak beberapa tahun yang lalu terus kita berupaya menaikkan akreditasi kita.Disampaikannya, melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait diharapkan adanya penguatan pada fungsi dan koordinasi. Baik terhadap pejabat maupun civitas akademik supaya melakukan kerjasama yang baik guna meningkatkan mutu internal. Selain itu beliau mengharapkan dari hasil diskusi ini dapat memantapkan gagasan serta langkah bersama guna meningkatkan kualitas mutu pendidikan.Untuk itu, LPM IAIN SAS Babel diperkuat oleh Tim Penjaminan Mutu, baik ditingkat institut hingga tingkat fakultas untuk mengawal sistem yang sudah disepakati dan mengaudit sekaligus memberikan rekomendasi kepada pimpinan yang terkait tentang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat untuk diperbaiki oleh orang yang bertanggung jawab di bidangnya.Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masing-masing pihak berpacu membenahi diri dan semangat mengejar akreditasi itu.
Sementara itu Narasumber yakni Dr.H.Ibnu Anshori,S.H,.MA Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya dalam pemaparannya menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan tinggi salah satunya mengenai penjaminan mutu pendidikan dikaitkan dengan UU 12 tahun 2012 Pasal 52 tentang Penjamin Mutu Pendidikan Tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi. Selain itu, sistem penjamin mutu tinggi di Indonesia terdiri atas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Dikatakannya, SPMI adalah kebijakan, sistem dan prosedur yang dibangun oleh perguruan tinggi untuk memantau dan memperbaiki penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi (layanan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat).Terutama sesuai visi dan misi perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan standar perguruan tinggi.SPME melalui akreditasi adalah kebijakan, sistem dan prosedur yang dibangun oleh BAN-PT untuk menilai dan menentukan kelayakan dan mutu program studi dan institusi perguruan tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu pada standar nasional pendidikan tinggi.SPMI dan SPME harus kuat dalam membangun akuntabilitas dan perbaikan mutu, ujarnya.Lebih lanjut dijelaskannya bahwa untuk memperoleh akreditasi, maka diperlukan rekomendasi strategi perbaikan internal, SPMI melakukan regenerasi sistem. Kegiatan peningkatan mutu berkelanjutan serta evaluasi diri secara komprehensif. Budaya mutu juga merupakan point penting.Civitas akademika bukan hanya aset dari perguruan tinggi, melainkan mereka adalah perguruan tinggi itu sendiri.